Mengapa Kita Sholat?

Leave a comment

August 29, 2010 by racchanKD


(tulisan lain saat berumur 17 tahun, semoga bermanfaat)

Jawaban pertama dari pertanyaan tersebut tentu saja adalah, karena Allah memerintahkannya.  Semua ibadah pada dasarnya adalah haram kecuali bila ada perintahnya.  Perintah sholat sendiri dalam Al Quran sangat banyak jumlahnya.  Salah satunya dalam QS Al Ankabuut: 45  “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain).

Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu ‘anh, dia berkata:

Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata,” Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam ” Rasulullah menjawab,”Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Romadhon dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.” Orang itu berkata,”Engkau benar,” kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya Orang itu berkata lagi,” Beritahukan kepadaku tentang Iman” Rasulullah menjawab,”Engkau beriman kepada Alloh, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk” Orang tadi berkata,” Engkau benar” Orang itu berkata lagi,” Beritahukan kepadaku tentang Ihsan” Rasulullah menjawab,”Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.” Orang itu berkata lagi,”Beritahukan kepadaku tentang kiamat” Rasulullah menjawab,” Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.” selanjutnya orang itu berkata lagi,”beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya” Rasulullah menjawab,” Jika hamba perempuan telah melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan.” Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?” Saya menjawab,” Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui” Rasulullah berkata,” Ia adalah Jibril. Ia datang kepadamu untuk mengajarkan tentang agamamu” (HR Bukhari dan Muslim)

Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam, otomatis keluar dari Islam.  Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut“.

Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-Baqarah, Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3). Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj– Rasulullah saw. tidak menerima melalui perantara Malaikat Jibril, melainkan Allah swt. langsung mengajarkannya. Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil karangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan). Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada Rasul-Nya, dan yang diajarkan Rasulullah saw. kepada kita.

Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. bersabda, “Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu”, maka dalam shalat Rasullah bersabda, “Shalatlah sebagaiman kamu melihat aku shalat”.

Mengikuti cara Rasulullah SAW. shalat tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja, melainkan harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya. Ibarat jasad dengan ruh, memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi kebutuhan jasadnya, namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. Demikian juga shalat, memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya secara ritual, tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyukan. Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan, “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu.” (Al-Baqarah: 45).

Shalat juga hendaknya dilakukan secara berjamaah, seperti yang diperintahkan dalam QS Al-Baqarah : 43 & QS An-Nisa : 102.  Kewajiban bagi para lelaki adalah menunaikan shalat berjamaah di masjid.

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita sunanul huda, dan sesungguhnya di antara sunanul huda itu adalah shalat di masjid yang di dalamnya dikumandangkan adzan” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Masajid 654]

Banyak sekali manfaat melakukan shalat lima waktu, yang paling utama adalah dihindarkan dari api neraka.

Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad).

Dan pada dasarnya shalat –seperti yang digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan Tuhannya yang dapat menguatkan hati, membekali keyakinan untuk menghadapi segala kenyataan yang harus dilalui. Rasulullah saw. –kata Sayyid- setiap kali menghadapi persoalan, selalu segara melaksanakan shalat. (Sayyid Quthub, fii zhilalil Qur’an, Bairut, Darusy syuruuq, 1985, vol. 1, h. 69)

Salah satu waktu berdoa yang mustajab adalah seusai menunaikan shalat fardhu.  Maka banyak-banyaklah memohon ampun dan meminta pertolongan ketika itu.

Manfaat lain dari shalat adalah merontokkan dosa-dosa yang telah kita lakukan seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut “ Perumpamaan shalat lima waktu seperti seniah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali.(HR,Bukhari dan muslim). Tentu saja yang dimaksud adalah dosa-dosa dalam kategori ringan, bukan dosa besar yang perlu taubat khusus.

Telah dibuktikan melalui berbagai penelitian, bahwasanya gerakan dalam shalat itu menyehatkan.  Contohnya saat melakukan gerakan I’tidal, saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.

Subhanallah,  ternyata banyak sekali manfaat dari melakukan shalat.  Manfaat lainnya bisa dirasakan sendiri oleh orang yang melakukannya.

Agar Sholat Khusu’

Imam Ghazali memberikan beberapa kiat agar sholat kita bisa khusyu’. Salah satunya adalah persiapan hati. Beberapa saat menjelang sholat, siapkan hati. Hadapkan hati pada Allah, dan kosongkan dari segala kesibukan yang melalaikan. Ini point paling penting. Coba simak lafadz adzan! Kalimat pertama adalah “ALLAHU AKBAR”. Artinya Allah Maha Besar. Maka saat itu, yang lain haruslah dianggap kecil. Segala sesuatu selain Allah adalah kecil, maka hanya Allah yang Maha Besar. Segala kesibukan apapun adalah kecil, yang Besar hanyalah Allah.  Dari sisi dzohir Imam Ghazali menyarankan agar saat sholat hendaknya dijauhkan dari pandangan yang mengganggu. Misalnya kain buat sholat, tempat sujud, baju, seyogyanya dihindarkan dari warna-warni gambar dan tulisan yang mengganggu.

Hal lain yang perlu dijaga adalah suara.

Maka di saat ada orang sedang sholat, jangan mengangkat suara tinggi-tinggi. Bikin bising, ribut-ribut atau gaduh.  Kiat yang lain adalah memahami makna dari bacaan doa dan surat-surat yang dibaca.  Agar diri kita tidak umak-umik, hewes-hewes tapi tak paham maksudnya.  Ada orang yang bahkan al-fatihah tidak hafal artinya.  Ngapain aja hidup lo, hoi?

Last but not least adalah bersikap ihsan ketika beribadah kepada Alloh seakan-akan kita melihat-Nya, jika kita tidak melihatnya, sesungguhnya Allah pasti melihat kita.

Dan indikator apakah sholat seseorang sudah khusu’ adalah sholatnya itu bisa menjaganya dari perbuatan keji dan munkar. Bila dia sholat namun tetap dugem, korupsi, bisa jadi ada yg salah dg sholatnya.  Mungkin wudhunya kurang bener, tata cara sholatnya gak sesuai tuntunan, gak tuma’ninah, inti sholat yaitu khusyu’ gak tercapai, sehingga sholatnya org tersebut belum benar-benar bisa membersihkan dirinya

Yang jelas sholat khusyu itu perlu latihan terus. Bahkan latihan seumur hidup. Sambil terus berdoa, semoga diberi kekhusyu’an oleh Allah. Karena yang menguasai hati kita adalah Allah.  Yaa muqallibal-qulub. Tsabbit qalbii ‘alaa diinik. Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.  Wallahu a’lam bisshawab (berbagai sbr/128)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

August 2010
M T W T F S S
« Apr   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Yang Udah Mampir

  • 45,841 sahabat

Souce of MP3 Kajian Islam with Ustadz” Ahlussunnah

Kajian.Net

Kira-kira Saya tu Begini

Click to view my Personality Profile page

Thx for visit….

Semoga blog ini terhindar dari kesia-siaan.. Feel free to Leave ur comment, biar saya tau kalo udah mampir ^^
%d bloggers like this: